Batu Alam Untuk Finishing Kamar Mandi

Kamar mandi, adalah salah satu bagian terpenting dari rumah. Seringkali pula menjadi salah satu bagian termewah dari sebuah rumah. Saat mendisain kamar mandi, biasanya besar sekali keterlibatan pemilik rumah dalam mempengaruhi hasil akhir disain dan perwujudannya. Tidak berbeda dengan kamar mandi di salah satu rumah di kawasan Tanjung Barat, Pasar Minggu ini.

Rumah yang kami kerjakan pada periode tahun 2007-2008 ini disain arsitektur dan interiornya merupakan buah karya Ir. Early Andhika Ratu dari Juxtaposed. Dan seiring waktu pekerjaan, banyak sekali diskusi yang kami lakukan untuk mewujudkan kamar mandi rumah ini. Berbagai macam material telah kami persiapkan untuk dilihat dan didiskusikan dengan pemilik rumah dan arsiteknya.

Kamar mandi dalam foto artikel ini adalah kamar mandi untuk anak. Pada dinding shower, dipilih dinding dengan material batu kali bulat yang telah disortir. Selain untuk faktor estetika, batu ini juga dipilih yang bulat untuk alasan keamanan penggunaannya. Lantai shower mengunakan susunan papan dari kayu merbau yang sudah dicuci, sehingga tidak akan meninggalkan getah merah. semerntara itu, kami juga menggunakan potongan batu andesit kasar sebagai tempat abun. Batu ini merupakan potongan sisa dari tangga utama rumah ini.

Pada bagian kering, dipergunakan batu kapur putih dari Yogyakarta. Batu ini mirip dengan batu palimanan, namun memiliki warna yang lebih putih. Batu ini, mampu memberikan kesan kasar pada dinding namun pada satu sisi juga menjaga agar kamar mandi tetap terlihat bersih dan terang. Pada lantai kering, dipergunakan batu andesit gosok berukuran 15 x 15 cm.

Untuk menambah aksen etnik yang kental, dibuatkan kabinet wastafel dari kayu merbau dan juga gantungan handuk dari bambu yang dibuat seperti tangga.



Leave a Reply